Aku
merebahkan badanku diatas rumput taman halaman belakang rumah. Langit malam pun
penuh dengan bintang-bintang yang bersinar. Lampu taman tetap menyala dengan
terangnya menyelimuti malam yang lebih menyenangkan dari hari sebelumnya. Dan
berfikir bahwa….
Seseorang telah mengenalkanku pada “cinta”. Yaa,
cinta. Cinta itu adalah ketika kau berada didekat cinta, kau merasa nyaman
dekat cinta. Tidak hanya merasa nyaman, bahkan kau akan seperti bulan yang
selalu ditemani bintang-bintang yang bersinar untukmu disepanjang malam. Yaa,
itu cinta.
Cinta itu adalah ketika kau merasa kesepian, cinta
datang untuk selalu menemanimu ketika kamu sedang sendiri, sepi yang selalu
menyelimutimu akan berubah menjadi suatu kegembiraan yang tiada habisnya.
Seperti ketika bulan yang datang sendiri ketika malam, lalu bintang-bintang
menghampiri bulan dengan sinarnya yang membahagiakan.
Seseorang itu akan membawamu pada kebahagiaan jika
kau “dicintai”nya. Yaa, dicintai. Dicintai itu ketika kau sedang membutuhkan
cinta, cinta datang padamu. Dan membuatmu bahagia karena cinta mencintaimu
dengan hati yang tulus. Tulus dalam hati, hati yang terdalamnya.
Sulit sekali bagimu ketika kau sedang mencari cinta
untuk dicintainya. Yaa, itu akan sangat sulit jika ingin dicintainya. Yaa, kebahagiaan
tidak akan datang, jika cinta datang dengan ketidaktulusan dalam hatinya.
Ketidaktulusan cinta akan sangat berpengaruh kepadamu, karena itu akan tidak
membuat bahagiamu.
Seseorang itu akan menunjukkan kecintaannya padamu
jika kau “mencintai”nya. Yaa, mencintai. Kau akan merasakan sesuatu yang sulit
diutarakan jika kau mencintai cinta. Sulit diutarakan, karena perasaan selalu menunjukkan
bahwa kau sedang bahagia jika didekatnya.
Mudah sekali bagimu ketika kau sedang mencari cinta
untuk mencintainya. Yaa, itu akan sangat mudah jika mencintainya. Karena jika
kau bahagia didekatnya, nyaman didekatnya, merasa dia selalu hadir dalam
bayangmu berarti kau mencintainya.
Aku sebenarnya bingung dengan semua
yang aku utarakan tentang “cinta” diatas. Bagiku ya, itu semua benar. Tetapi
sesuatu telah menghantuiku ketika aku berbicara tentang cinta. Sesuatu yang
tidak aku inginkan. Aku takut sesuatu itu terjadi padaku. Aku berharap sesuatu
itu tidak benar terjadi padaku. Dan aku berfikir sesuatu itu adalah….
Jika seseorang itu meninggalkanmu…
Apakah kau akan bahagia?
Apakah kau akan merasa kesepian lagi?
Apakah kau akan menjadi yang dicintainya lagi?
Apakah kau masih akan mencintainya?
Apakah kau akan selalu mengingatnya?
Sangatlah jelas, ketika seseorang itu meninggalkanmu.
Mungkin kebahagiaan itu tidak akan datang lagi. Dan kau pun akan merasa
kesepian lagi. Kau pun tidak akan dicintainya lagi karena dia telah
meninggalkanmu, dengan banyak sekali kemungkinannya.
Dua pertanyaan terakhir, Dua pertanyaan ini mungkin sangat
menyinggung dengan perasaanmu. Apakah kau masih akan mencintainya? Yaa, memang
sulit untuk merelakan sesuatu yang bukan milikmu walaupun kau ingin sekali
memilikinya. Kau tak akan kuasa untuk memilikinya jika memang dia
meninggalkanmu. Kecuali jika dia ingin kembali padamu, dengan keinginannya
sendiri. Mungkin itu satu-satunya cara agar kau bisa kembali mencintainya.
Apakah kau akan selalu mengingatnya? Yaa, memang
sulit melupakan untuk melupakannya, karena kau telah mencintainya. Dan ternyata
rasa cinta itu yang membuatmu sulit untuk melupakannya. Mungkin kau akan butuh
seseorang lain agar melupakannya.
Kalau
kau ingin tahu, sebenarnya itu telah terjadi padaku. Dan ternyata benar,
mungkin butuh seseorang lain agar aku melupakan seseorang yang aku cintai. Walaupun
kau tau melupakan seseorang itu sangat membutuhkan waktu yang sangat lama. Dan
itu membuat aku berfikir….
Jika kau mencari pengganti yang telah
meninggalkanmu…
Apakah kau akan bahagia?
Apakah kau tidak akan merasa kesepian lagi?
Apakah kau akan menjadi yang dicintainya?
Apakah kau akan mencintainya?
Jawabanmu mungkin akan remang-remang. Jika dia
datang dengan membawa cinta yang tulus, kau pasti akan bahagia. Bagaimana jika
dia tidak?
Apakah kau tidak akan merasa kesepian lagi? Jika dia
selalu datang untuk menemanimu, dan selalu hadir ketika kau sedang
membutuhkannya kau pasti tidak akan kesepian lagi. Bagaimana jika dia tidak?
Apakah
kau akan menjadi yang dicintainya? Jika dia memang selalu datang padamu,
menemanimu setiap saat disaat kamu membutuhkannya untuk bersandar. Dan jika dia
membawa cinta yang tulus kepadamu, itu berarti kau dicintainya.
Apakah
kau akan mencintainya? Nah, sesuatu ini sulit dibicarakan, karena jika kau
belum bisa melupakan yang meninggalkanmu akan sulit bagimu. Tetapi, jika
seseorang pengganti memang membawa cinta yang tulus, kau pasti sangat mudah
mencintainya.
Dan akupun memikirkan sesuatu untuk
kedepannya. Yaa, aku sedikit berharap. Sebenarnya tidak sedikit. Banyak harapanku,
aku berharap ……
Aku
berharap, aku menemukan pengganti yang lebih baik dari yang telah
meninggalkanku. Aku berharap, seseorang pengganti itu membuatku bahagia
didekatnya, nyaman berada disampingnya. Aku berharap, aku adalah seseorang yang
sangat dicintainya. Dan dia selalu hadir disaat aku membutuhkannya. Satu hal
yang paling aku harapkan adalah cinta yang tulus darinya karena Allah SWT.
Aku memandang langit, aku merasakan
bulan dan bintang tersenyum padaku, mungkin itu adalah tanda bahwa aku harus
beranjak karena telah larut.
Finished
in Bandung, March 28th, 2014 at 9:55 PM
Khotia
Nur Aqsho