![]() | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
ini adalah sebuah foto yang belum dibangun kios didepan |
Aku
pulang, aku terlalu merindu rumah aku tak sabar melihat pemandangan luar rumah
dari kamarku. Aku sudah terbiasa melihat pemandangan ke jalan raya
dengan hanya melihat dari jendela kamar depanku, aku melihat semuanya
disitu, segala aktivitas orang-orang sekitarnya, motor dan mobil
berlalu-lalang, keramaian pedagang sekitar rumah pada saat sore hari,
terkadang juga ada seseorang yang dulu sering melihatku
tapi sekarang entah kemana. Pohon mangga disamping rumahku, yang
tumbuh besar dan menghasilkan banyak buah mangga pada saatnya mereka
berbuah. Dan aku biasanya berteduh dibawah pohon mangga itu. Tapi
sekarang, segalanya telah berubah. Rumah yang dulu aku rindukan karena
pemandangan dari kamarku itu telah berubah. Berubah benar-benar berubah.
Tak ada lagi pemandangan dari kamarku. Papa lebih mementingkan uang
yang akan didapat dari pada pemandangan yang lebih menyenangkan anaknya.
Papa menebang pohon mangga yang berada disamping kamarku, ya, walaupun
masih ada pohon mangga. Papa membangun kios tepat didepan kamarku,
menutupi pemandangan jalan raya yang terlihat dari dalam kamarku. Hal
ini sangatlah membuatku sedih. Tanpa ada persetujuan dariku. Sebenarnya
apa boleh buat? Ini adalah kehendak orang tuaku. Aku tidak bisa
berkutik. Yang pasti, aku harus menerima kenyataan bahwa aku tidak akan
bisa memandang keluar dari jendela kamarku. Sedih rasanya, mungkin kau berkata bahwa aku seperti anak kecil, tapi ketahuilah. Anak kecil juga bisa bersedih, jika tak dibelikan sesuatu yang diinginkannya. begitupun remaja sepertiku, sedih jika kesenangannya itu terhalang oleh sesuatu yang membuatnya sulit untuk percaya.
Foto yang setelah dibangun kios aku sedih melihatnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
I always need your comment :)