Sabtu, 29 Maret 2014

THINKER



Aku merebahkan badanku diatas rumput taman halaman belakang rumah. Langit malam pun penuh dengan bintang-bintang yang bersinar. Lampu taman tetap menyala dengan terangnya menyelimuti malam yang lebih menyenangkan dari hari sebelumnya. Dan berfikir bahwa….
Seseorang telah mengenalkanku pada “cinta”. Yaa, cinta. Cinta itu adalah ketika kau berada didekat cinta, kau merasa nyaman dekat cinta. Tidak hanya merasa nyaman, bahkan kau akan seperti bulan yang selalu ditemani bintang-bintang yang bersinar untukmu disepanjang malam. Yaa, itu cinta.
Cinta itu adalah ketika kau merasa kesepian, cinta datang untuk selalu menemanimu ketika kamu sedang sendiri, sepi yang selalu menyelimutimu akan berubah menjadi suatu kegembiraan yang tiada habisnya. Seperti ketika bulan yang datang sendiri ketika malam, lalu bintang-bintang menghampiri bulan dengan sinarnya yang membahagiakan.
Seseorang itu akan membawamu pada kebahagiaan jika kau “dicintai”nya. Yaa, dicintai. Dicintai itu ketika kau sedang membutuhkan cinta, cinta datang padamu. Dan membuatmu bahagia karena cinta mencintaimu dengan hati yang tulus. Tulus dalam hati, hati yang terdalamnya.
Sulit sekali bagimu ketika kau sedang mencari cinta untuk dicintainya. Yaa, itu akan sangat sulit jika ingin dicintainya. Yaa, kebahagiaan tidak akan datang, jika cinta datang dengan ketidaktulusan dalam hatinya. Ketidaktulusan cinta akan sangat berpengaruh kepadamu, karena itu akan tidak membuat bahagiamu.
Seseorang itu akan menunjukkan kecintaannya padamu jika kau “mencintai”nya. Yaa, mencintai. Kau akan merasakan sesuatu yang sulit diutarakan jika kau mencintai cinta. Sulit diutarakan, karena perasaan selalu menunjukkan bahwa kau sedang bahagia jika didekatnya.
Mudah sekali bagimu ketika kau sedang mencari cinta untuk mencintainya. Yaa, itu akan sangat mudah jika mencintainya. Karena jika kau bahagia didekatnya, nyaman didekatnya, merasa dia selalu hadir dalam bayangmu berarti kau mencintainya.
            Aku sebenarnya bingung dengan semua yang aku utarakan tentang “cinta” diatas. Bagiku ya, itu semua benar. Tetapi sesuatu telah menghantuiku ketika aku berbicara tentang cinta. Sesuatu yang tidak aku inginkan. Aku takut sesuatu itu terjadi padaku. Aku berharap sesuatu itu tidak benar terjadi padaku. Dan aku berfikir sesuatu itu adalah….
Jika seseorang itu meninggalkanmu…
Apakah kau akan bahagia?
Apakah kau akan merasa kesepian lagi?
Apakah kau akan menjadi yang dicintainya lagi?
Apakah kau masih akan mencintainya?
Apakah kau akan selalu mengingatnya?

Sangatlah jelas, ketika seseorang itu meninggalkanmu. Mungkin kebahagiaan itu tidak akan datang lagi. Dan kau pun akan merasa kesepian lagi. Kau pun tidak akan dicintainya lagi karena dia telah meninggalkanmu, dengan banyak sekali kemungkinannya.
Dua pertanyaan terakhir, Dua pertanyaan ini mungkin sangat menyinggung dengan perasaanmu. Apakah kau masih akan mencintainya? Yaa, memang sulit untuk merelakan sesuatu yang bukan milikmu walaupun kau ingin sekali memilikinya. Kau tak akan kuasa untuk memilikinya jika memang dia meninggalkanmu. Kecuali jika dia ingin kembali padamu, dengan keinginannya sendiri. Mungkin itu satu-satunya cara agar kau bisa kembali mencintainya.
Apakah kau akan selalu mengingatnya? Yaa, memang sulit melupakan untuk melupakannya, karena kau telah mencintainya. Dan ternyata rasa cinta itu yang membuatmu sulit untuk melupakannya. Mungkin kau akan butuh seseorang lain agar melupakannya.

Kalau kau ingin tahu, sebenarnya itu telah terjadi padaku. Dan ternyata benar, mungkin butuh seseorang lain agar aku melupakan seseorang yang aku cintai. Walaupun kau tau melupakan seseorang itu sangat membutuhkan waktu yang sangat lama. Dan itu membuat aku berfikir….

Jika kau mencari pengganti yang telah meninggalkanmu…

Apakah kau akan bahagia?
Apakah kau tidak akan merasa kesepian lagi?
Apakah kau akan menjadi yang dicintainya?
Apakah kau akan mencintainya?

Jawabanmu mungkin akan remang-remang. Jika dia datang dengan membawa cinta yang tulus, kau pasti akan bahagia. Bagaimana jika dia tidak?
Apakah kau tidak akan merasa kesepian lagi? Jika dia selalu datang untuk menemanimu, dan selalu hadir ketika kau sedang membutuhkannya kau pasti tidak akan kesepian lagi. Bagaimana jika dia tidak?
Apakah kau akan menjadi yang dicintainya? Jika dia memang selalu datang padamu, menemanimu setiap saat disaat kamu membutuhkannya untuk bersandar. Dan jika dia membawa cinta yang tulus kepadamu, itu berarti kau dicintainya.

Apakah kau akan mencintainya? Nah, sesuatu ini sulit dibicarakan, karena jika kau belum bisa melupakan yang meninggalkanmu akan sulit bagimu. Tetapi, jika seseorang pengganti memang membawa cinta yang tulus, kau pasti sangat mudah mencintainya.

            Dan akupun memikirkan sesuatu untuk kedepannya. Yaa, aku sedikit berharap. Sebenarnya tidak sedikit. Banyak harapanku, aku berharap ……
Aku berharap, aku menemukan pengganti yang lebih baik dari yang telah meninggalkanku. Aku berharap, seseorang pengganti itu membuatku bahagia didekatnya, nyaman berada disampingnya. Aku berharap, aku adalah seseorang yang sangat dicintainya. Dan dia selalu hadir disaat aku membutuhkannya. Satu hal yang paling aku harapkan adalah cinta yang tulus darinya karena Allah SWT.

            Aku memandang langit, aku merasakan bulan dan bintang tersenyum padaku, mungkin itu adalah tanda bahwa aku harus beranjak karena telah larut.

Finished in Bandung, March 28th, 2014 at 9:55 PM
Khotia Nur Aqsho